Prembun-Senin (14/09/2026) SMA Negeri 1 Prembun melaksanakan upacara bendera rutin. Upacara dilaksanakan di lapangan utama. Petugas upacara adalah Kelas X1-3 dengan pemimpin upacara Farid Alfata Hakim. Bendera berhasil dikibarkan oleh Aditya Arif Rahman sebagai pengerek bendera, Hidayaturrohmah sebagai pembawa bendera, dan Askar Ghalib Alfi El Insi sebagai pembentang bendera.

Upacara hari ini berbeda dari biasanya, karena dihadiri oleh petugas dari Polsek Prembun yang menjadi Pembina upacara. Petugas kepolisian sebagai pembina upacara, Muadin, menyampaikah bahwa upacara adalah serangkaian tindakan dan gerakan-gerakan yang ditata secara tertib dan dilaksanakan dengan disiplin bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar memimpin dan belajar bersedia dipimpin serta meningkatkan bekompakan dan saling menghargai.

Ketika melaksanakan upacara upacara setidaknya ada tiga hal dipelajari. Pertama, belajar untuk tertib dan disiplin. Artinya, upacara dilaksanan tepat waktu dan tertib berbaris di lapangan. Kedua, belajar untuk memimpin dan belajar ketika dipimpin. Artinya, petugas upacara belajar untuk menjadi pemimpin yang mampu membenkan aba-aba yang tegas dan jelas agar mudah dilaksanakan. Sementara itu, peserta upacara belajar untuk bersedia dipimpin. Artinya, ketika pemimpin memberikan aba-aba maka harus siap melaksanakannya termasuk guru dan pembina upacara. Ketiga, belajar tentang kekompakan dan saling menghargai. Artinya, aba-aba yang diberikan pemimpin upacara dilaksanakan dengan kompak dan serempak. Rasa saling menghargai terlihat ketika pemimpin memberi aba-aba harus dilaksanakan. Hal ini bertujuan jika suatu saat memimpin maka peserta upacara juga akan menghargai.
Bapak Polisi berpangkat Aiptu ini juga menyamparkan pesan tentang penggunaan intermet yang sangat luar biasa. Dengan ponsel android setiap orang tanpa batasan bisa mengakses internet setiap saat. Dengan internet informasi bisa diakses baik yang ada di sekitar kita hingga ke ujung dunia sesaat setelah peristiwa terjadi. Media sosial menyajikan berita yang layak dan tidah layak untuk dilihat. Media sosial memiliki dampak yang sangat luar biasa bukan hanya bagi orang dewasa tetapi juga remaja.
Perkembangan media sosial banyak menimbulkan persoalan seperti pembentukan kelompok atau geng yang merasa lebih kuat dan melakukan penindasan, penekanan, mengejek, dan mempermalukan, serta tindakan kekerasan seperti bulliying yang memicu terjadinya perkelahian baik di satu sekolah maupun antarsekolah.

Terkait penanganan kenakalan di lingkungan sekolah yang mengarah kepada tindakan kriminal di wilayah Kecamatan Prembun tidak ada satupun dari SMA Neger 1 Pr embun. Ini berarti SMA Negen 1 Prembun luar biasa dan harus dipertahankan. Muadın juga mengingatkan untuk menggunakan internet secara aman dan sehat.
SMA Negeri 1 Prembun memang tidak terletak di jantung kota, namun di depan sekolah terdapat jalan provinsi yang menghubungkan antarkabupaten. Jalan raya adalan jalan umum, artinya semua orang dari pejalan kali, pesepeda, pemotor, sampai pengendara mobil memiliki hak sama dan harus mematuhi undang-undang atau peraturan lalu lintas.
Berdasarkan pengamatan dari Muadın, murid SMA Negeri 1 Prembun rata-rata ke sekolah mengendarai sepeda motor. Banyak murid yang belum memiliki SIM karena belum berusia 17 tahun. Namun, kondisi memaksa murid untuk mengendaral sepeda motor. Menurut pengamatan, rata-rata siswa tertib dan menggunakan kendaraan standar, serta memakiai helm.
Pembina upacara juga berpesan agar jangan melakukan pelanggaran kasat mata seperti memakai helm karena helm merupakan alat keselamatan yang dapat melindungi dari cedera jika terjadi benturan saat kecelakaan terjadi.
Dalam upacara disampaikan pula himbauan untuk menjaga dan merawat berbagai fasilitas yang ada di sekolah. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya penjaga sekolah. Di beberapa sekolah terjadi pencurian sarana belajar seperti komputer. Namun, berkat kerja sama yang baik tersebut tidak terjadi di SMA Negeri 1 Prembun.
Pada akhir manatnya pembina upacara mengingatkan,"Ejahatan bisa terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelaku saja, tetapi karena adanya kesempatan. Oleh karena itu, mari jaga dan gunakan bersama.
Dalam apacara ini juga dilakukan penyerahan piala dan piagam penghargaan lomba dalam rangka memperingati HUT RI KE-81 Kecamatan Prembun dan lomka Mapsi tingkat Kabupaten Kebumen oleh pembina upacara.


TIM DEDIKASI 2026
Prembun-Senin (14/09/2026) SMA Negeri 1 Prembun melaksanakan upacara bendera rutin. Upacara dilaksanakan di lapangan utama. Petugas upacara adalah Kelas X1-3 dengan pemimpin upacara Farid Alfata Hakim. Bendera berhasil dikibarkan oleh Aditya Arif Rahman sebagai pengerek bendera, Hidayaturrohmah sebagai pembawa bendera, dan Askar Ghalib Alfi El Insi sebagai pembentang bendera.

Upacara hari ini berbeda dari biasanya, karena dihadiri oleh petugas dari Polsek Prembun yang menjadi Pembina upacara. Petugas kepolisian sebagai pembina upacara, Muadin, menyampaikah bahwa upacara adalah serangkaian tindakan dan gerakan-gerakan yang ditata secara tertib dan dilaksanakan dengan disiplin bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar memimpin dan belajar bersedia dipimpin serta meningkatkan bekompakan dan saling menghargai.

Ketika melaksanakan upacara upacara setidaknya ada tiga hal dipelajari. Pertama, belajar untuk tertib dan disiplin. Artinya, upacara dilaksanan tepat waktu dan tertib berbaris di lapangan. Kedua, belajar untuk memimpin dan belajar ketika dipimpin. Artinya, petugas upacara belajar untuk menjadi pemimpin yang mampu membenkan aba-aba yang tegas dan jelas agar mudah dilaksanakan. Sementara itu, peserta upacara belajar untuk bersedia dipimpin. Artinya, ketika pemimpin memberikan aba-aba maka harus siap melaksanakannya termasuk guru dan pembina upacara. Ketiga, belajar tentang kekompakan dan saling menghargai. Artinya, aba-aba yang diberikan pemimpin upacara dilaksanakan dengan kompak dan serempak. Rasa saling menghargai terlihat ketika pemimpin memberi aba-aba harus dilaksanakan. Hal ini bertujuan jika suatu saat memimpin maka peserta upacara juga akan menghargai.
Bapak Polisi berpangkat Aiptu ini juga menyamparkan pesan tentang penggunaan intermet yang sangat luar biasa. Dengan ponsel android setiap orang tanpa batasan bisa mengakses internet setiap saat. Dengan internet informasi bisa diakses baik yang ada di sekitar kita hingga ke ujung dunia sesaat setelah peristiwa terjadi. Media sosial menyajikan berita yang layak dan tidah layak untuk dilihat. Media sosial memiliki dampak yang sangat luar biasa bukan hanya bagi orang dewasa tetapi juga remaja.
Perkembangan media sosial banyak menimbulkan persoalan seperti pembentukan kelompok atau geng yang merasa lebih kuat dan melakukan penindasan, penekanan, mengejek, dan mempermalukan, serta tindakan kekerasan seperti bulliying yang memicu terjadinya perkelahian baik di satu sekolah maupun antarsekolah.

Terkait penanganan kenakalan di lingkungan sekolah yang mengarah kepada tindakan kriminal di wilayah Kecamatan Prembun tidak ada satupun dari SMA Neger 1 Pr embun. Ini berarti SMA Negen 1 Prembun luar biasa dan harus dipertahankan. Muadın juga mengingatkan untuk menggunakan internet secara aman dan sehat.
SMA Negeri 1 Prembun memang tidak terletak di jantung kota, namun di depan sekolah terdapat jalan provinsi yang menghubungkan antarkabupaten. Jalan raya adalan jalan umum, artinya semua orang dari pejalan kali, pesepeda, pemotor, sampai pengendara mobil memiliki hak sama dan harus mematuhi undang-undang atau peraturan lalu lintas.
Berdasarkan pengamatan dari Muadın, murid SMA Negeri 1 Prembun rata-rata ke sekolah mengendarai sepeda motor. Banyak murid yang belum memiliki SIM karena belum berusia 17 tahun. Namun, kondisi memaksa murid untuk mengendaral sepeda motor. Menurut pengamatan, rata-rata siswa tertib dan menggunakan kendaraan standar, serta memakiai helm.
Pembina upacara juga berpesan agar jangan melakukan pelanggaran kasat mata seperti memakai helm karena helm merupakan alat keselamatan yang dapat melindungi dari cedera jika terjadi benturan saat kecelakaan terjadi.
Dalam upacara disampaikan pula himbauan untuk menjaga dan merawat berbagai fasilitas yang ada di sekolah. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya penjaga sekolah. Di beberapa sekolah terjadi pencurian sarana belajar seperti komputer. Namun, berkat kerja sama yang baik tersebut tidak terjadi di SMA Negeri 1 Prembun.
Pada akhir manatnya pembina upacara mengingatkan,"Ejahatan bisa terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelaku saja, tetapi karena adanya kesempatan. Oleh karena itu, mari jaga dan gunakan bersama.
Dalam apacara ini juga dilakukan penyerahan piala dan piagam penghargaan lomba dalam rangka memperingati HUT RI KE-81 Kecamatan Prembun dan lomka Mapsi tingkat Kabupaten Kebumen oleh pembina upacara.


TIM DEDIKASI 2026