NEWS UPDATE :  

Berita

PENGIMBASAN SSK: SMA NEGERI 1 PREMBUN TERIMA KUNJUNGAN STUDI TIRU MTs NEGERI 2 KEBUMEN

PENGIMBASAN SSK: SMA NEGERI 1 PREMBUN TERIMA KUNJUNGAN STUDI TIRU MTs NEGERI 2 KEBUMEN

 Prembun-SMA Negeri 1 Prembun merupakan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dengan kategori paripurna. Sebagai SSK paripurna SMA Negeri 1 Prembun memiliki program pengimbasan ke berbagai sekolah khususnya di wilayah Kabupaten Kebumen. MTs Negeri 2 Kebumen merupakan salah satu sekolah imbas SSK SMA Negeri 1 Prembun. Kedua sekolah telah menjalin kerja sama untuk melaksanakan program SSK.

Untuk menindaklanjuti kerjasama dalam program SSK, MTs Negeri 2 Kebumen melaksanakan kunjungan studi tiru SSK ke SMA Negeri 1 Prembun. Acara ini diawalai dengan pembukaan dilanjutakan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Kepala MTs Negeri 2 Kebumen, Muhdir, dalam sambutannya  di ruang pertemuan SMA Negeri 1 Prembun pada Jumat(5/9/2026) menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan studi tiru ini adalah untuk belajar tentang SSK. Pada bulan Juni 2026 MTs Negeri 2 Kebumen ditunjuk sebagai salah satusekolah sasaran SSK. Sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi di MTs Negeri 2 Kebumen dari SMA Negeri 1 Prembun. Muhdir juga berterima kasih karean MTs Negeri 2 Kebumen sebagai sekolah imbas sehingga MTs Negeri 2 Kebumen terbuka untuk belajar tentang SSK yang menjadi salah satu program prioritas dari Kementrian Agama Jawa Tengah yang masuk salah satu kontrak prestasi sehingga sangat tepat untuk melanjutkan program SSK sehingga MTs Negeri 2 Kebumen mengikuti dan belajar ke SMA Negeri 1 Prembun. Muhdir berharap SMA Negeri 1 Prembun berkenan memberikan ilmu agar dalam perjalanan SSK yang dilaksanakan bisa menentukan arah bagaimana implementasi SSK yang akan diimplementasikan di MTs Negeri 2 Kebumen.

Lebih lamnjut dijelaskan oleh Muhdir, MTs Negeri 2 Kebumen berada di tengah kota dan berada di dua lokasi, yaitu Jalan Cendrawasih dan Jalan H. M. Sarbini. MTs Negeri 2 Kebumen merupakan sekolah atau madrasah dengan murid terbanyak di Kebumen dengan 33 rombel dengan 1037 murid. Bagaimana memberikann Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagaimana memberikan bekal yang tentunya sangat relevan untuk kehidupan masa depan murid salah satunya adalah pemahaman tentang kependudukan. Maka penting untuk terus melamjutkan program SSK di MTs Negeri 2 Kebumen. Untuk itu, Muhadir memohon SMA Negeri 1 Prembun berkenan untuk memberikan ilmunya dan ide-idenya kepada MTs Negeri 2 Kebumen yang baru akan memulai untuk menerapkan SSK.

Sebagai bentuk kerja sama antara kedua sekolah terlebih dahulu ditandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU). MOU ditandatangani oleh kedua pihak sebagai wujud komitmen kerja sama dalam pelaksanaan program SSK.

Dalam sosialisasai ini dipaparkan materi tentang SSK oleh narasumber dilanjutkan dengan diskusi bersama koordinator masing-masing bidang dalam SSK. Sebelum pemaparan materi dan diskusi, anggota Pusat Informasi Konseling Remaja Logika (PIK-R) menampilkan jingle dan yel-yel SSK SMA Negeri 1 Prembun.

Materi pertama disampaikan oleh Koordinator SSK SMA Negeri 1 Prembun, Desy Aquina, tentang Implementasi SSK di SMA Negeri 1 Prembun. Implementasi SSK di SMA Negeri 1 Prembun merupakan upaya mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam berbagai kegiatan sekolah untuk membentuk peserta didik yang sehat, aktif, produktif, dan mampu merencanakan masa depan. Implementasinya mencakup edukasi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), kesehatan reproduksi, Pendewasaan Usia Perkawinan, perencanaan pendidikan dan karier, serta penguatan PIK-R dan konseling sebaya.

Untuk mendukung program tersebut dikembangkan beberapa program, yaitu:

  1. LELE (Literasi Edukasi Laju kEpendudukan) melalui kegiatan literasi dan Pojok Kependudukan,
  2. NILA (Nilai Informasi keLuarga BerencAna)melalui Generasi Berencana dan peta masa depan,
  3. GURAMI (Gerakan Remaja Memahami Isu Kependudukan) melalui diskusi dan kajian isu kependudukan,
  4. KAKAP (KAmpanye Kependudukan Aktif dan Produktif) melalui kampanye kreatif dan media sosial, dan
  5. TERI (Teman Edukasi Remaja Indonesia) melalui PIK-R dan edukasi teman sebaya.

 Implementasi SSK juga diperkuat melalui kerja sama dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Puskesmas, dan berbagai pihak eksternal. Setiap kegiatan diupayakan memiliki perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, evaluasi, dan tindak lanjut sehingga program dapat terus dikembangkan. SSK juga diarahkan menjadi bagian dari pembelajaran, ekstrakurikuler, kokurikuler, pembiasaan, dan budaya sekolah.

Pada dasarnya implementasi SSK bukan sekadar melaksanakan kegiatan, tetapi bagaimana nilai-nilai kependudukan dapat diterapkan dalam kehidupan murid dan menjadi bekal bagi mereka untuk merencanakan masa depan yang berkualitas.

Narasumber kedua, Ophi Rahmahekha Wardhani, menyampaikan materi tentang Sinergitas Program Sekolah antara Adiwiyata, Kewirausahaan, dan SSK. Program-progran tersebut antara lain:

  1. Dalam kurikulum: RPP satu kali pertemuan yang terintegrasi dengan ketiga branding sekolah sekaligus. Misalnya dalam matapelajaran Geografi pada materi Perencanaan Wilayah dan Tata Ruang Wilayah, matapelajaran PKWU dalam materi ecoprint yang diambil dari bahan alami di lingkungan sekitar, memuat kearifan lokal, dan produknya dapat dipasarkan.
  2. Dalam kegiatan kesiswaan: Kepramukaan (Sosialisasi Kesehatran Reproduksi Remaja), Lingkungan Hidup (pemanfaatan limbah plastik untuk pot tanaman, pengelolaan sampah, pembiasaan membuang sampah sesuai dengan warna tempat sampah), PMR ( Donor darah, posbindu), dan ekstrakurikuler lainnya.
  3. Program sekolah: Kegiatan Literasi yang memuat tentang tiga branding, inovasi kelas kependudukan, pojok kependudukan, Jumat sehat dengan senam bersama, sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dari KUA Kecamatan Prembun untuk kelas XII, XI, dan X secara bergiliran setiap hari Jumat selama bulan September, tata boga berinovasi dalam pembuatan produk makanan seperti es kriang (es krim bengkoang), nastar bengkoang, dodol bengkoang, kebab bengkoang, dan lain-lain.
  4. Program In House Training (IHT) kurikulum: seperti IHT anti-bullying, IHT PMM, IHT Penyusunan Perangkat Pembelajaran yang memuat branding sekolah, IHT LMS, dan lain-lain.
  5. Sosialisasi SSK di beberapa sekolah imbas.
  6. Kerja sama dengan pihak lain: seperti Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen, Puskesmas, Dukcapil, PLKB, dan pihak lain. 

Setelah kedua narasumber menyampaikan materi selanjutnya dilaksanakan diskusi. Diskusi secara berkelompok sesuai bidang masing-masing dalam SSK didampingi anggota PIK-R Logika SMA Negeri 1 Prembun.

Berikut adalah Tim SSK SMA Negeri 1 Prembun dalam diskusi bersama MTs Neger 2 Kebumen.

NO.

BIDANG

NARASUMBER

1.

Kebijakan Sekolah (KSP, IHT, ATP, dan Modul Ajar)

Wahyu Agus Sulistiyowati, S. Pd., M. Pd.

Rani Nur Ritmawati, S. Pd.

2.

Pojok Kependudukan

Susanti, S. Pd.

Septina Kodarsih, S. Pd.

3.

Bakat dan Seni

Nurul Fitriani Dwi Ciptani, S. Pd.

4.

Kegiatan Kesiswaan

Muswakar Ismail, S. Pd. I.

Sakinah, S. Pd.

5.

Kerjasama dengan Pihak Luar

Eko Ujianto, S. Pd.

6.

Konseling Sebaya

Kudlaarin Avinita Kurnia Maharatun, S. Pd.

7.

Bidang Kesehatan Reproduksi

Budi Pramono, S. Pd.

8.

Dokumentasi Kegiatan

Dewanti Mustikarini, S. Pd.

Sesi terakhir dalam studi tiru ini adalah berkeliling untuk mengunjungi beberapa tempat yang berkaitan dengan SSK. Tempat pertama yang dikunjungi adalah kelas SSK di ruang kelas XII-8, melihat mading bertema SSK, dan mengunjungi pojok SSK. Pojok SSK berlokasi di lantai atas perpustakaan. Di pojok SSK terdapat berbagai hal tertkait SSK, seperti papan permainan ular tangga dan monopoli SSK, buku SSK, dan lain-lain.

 

PENGIMBASAN SSK: SMA NEGERI 1 PREMBUN TERIMA KUNJUNGAN STUDI TIRU MTs NEGERI 2 KEBUMEN

PENGIMBASAN SSK: SMA NEGERI 1 PREMBUN TERIMA KUNJUNGAN STUDI TIRU MTs NEGERI 2 KEBUMEN

 Prembun-SMA Negeri 1 Prembun merupakan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dengan kategori paripurna. Sebagai SSK paripurna SMA Negeri 1 Prembun memiliki program pengimbasan ke berbagai sekolah khususnya di wilayah Kabupaten Kebumen. MTs Negeri 2 Kebumen merupakan salah satu sekolah imbas SSK SMA Negeri 1 Prembun. Kedua sekolah telah menjalin kerja sama untuk melaksanakan program SSK.

Untuk menindaklanjuti kerjasama dalam program SSK, MTs Negeri 2 Kebumen melaksanakan kunjungan studi tiru SSK ke SMA Negeri 1 Prembun. Acara ini diawalai dengan pembukaan dilanjutakan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Kepala MTs Negeri 2 Kebumen, Muhdir, dalam sambutannya  di ruang pertemuan SMA Negeri 1 Prembun pada Jumat(5/9/2026) menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan studi tiru ini adalah untuk belajar tentang SSK. Pada bulan Juni 2026 MTs Negeri 2 Kebumen ditunjuk sebagai salah satusekolah sasaran SSK. Sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi di MTs Negeri 2 Kebumen dari SMA Negeri 1 Prembun. Muhdir juga berterima kasih karean MTs Negeri 2 Kebumen sebagai sekolah imbas sehingga MTs Negeri 2 Kebumen terbuka untuk belajar tentang SSK yang menjadi salah satu program prioritas dari Kementrian Agama Jawa Tengah yang masuk salah satu kontrak prestasi sehingga sangat tepat untuk melanjutkan program SSK sehingga MTs Negeri 2 Kebumen mengikuti dan belajar ke SMA Negeri 1 Prembun. Muhdir berharap SMA Negeri 1 Prembun berkenan memberikan ilmu agar dalam perjalanan SSK yang dilaksanakan bisa menentukan arah bagaimana implementasi SSK yang akan diimplementasikan di MTs Negeri 2 Kebumen.

Lebih lamnjut dijelaskan oleh Muhdir, MTs Negeri 2 Kebumen berada di tengah kota dan berada di dua lokasi, yaitu Jalan Cendrawasih dan Jalan H. M. Sarbini. MTs Negeri 2 Kebumen merupakan sekolah atau madrasah dengan murid terbanyak di Kebumen dengan 33 rombel dengan 1037 murid. Bagaimana memberikann Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagaimana memberikan bekal yang tentunya sangat relevan untuk kehidupan masa depan murid salah satunya adalah pemahaman tentang kependudukan. Maka penting untuk terus melamjutkan program SSK di MTs Negeri 2 Kebumen. Untuk itu, Muhadir memohon SMA Negeri 1 Prembun berkenan untuk memberikan ilmunya dan ide-idenya kepada MTs Negeri 2 Kebumen yang baru akan memulai untuk menerapkan SSK.

Sebagai bentuk kerja sama antara kedua sekolah terlebih dahulu ditandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU). MOU ditandatangani oleh kedua pihak sebagai wujud komitmen kerja sama dalam pelaksanaan program SSK.

Dalam sosialisasai ini dipaparkan materi tentang SSK oleh narasumber dilanjutkan dengan diskusi bersama koordinator masing-masing bidang dalam SSK. Sebelum pemaparan materi dan diskusi, anggota Pusat Informasi Konseling Remaja Logika (PIK-R) menampilkan jingle dan yel-yel SSK SMA Negeri 1 Prembun.

Materi pertama disampaikan oleh Koordinator SSK SMA Negeri 1 Prembun, Desy Aquina, tentang Implementasi SSK di SMA Negeri 1 Prembun. Implementasi SSK di SMA Negeri 1 Prembun merupakan upaya mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam berbagai kegiatan sekolah untuk membentuk peserta didik yang sehat, aktif, produktif, dan mampu merencanakan masa depan. Implementasinya mencakup edukasi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), kesehatan reproduksi, Pendewasaan Usia Perkawinan, perencanaan pendidikan dan karier, serta penguatan PIK-R dan konseling sebaya.

Untuk mendukung program tersebut dikembangkan beberapa program, yaitu:

  1. LELE (Literasi Edukasi Laju kEpendudukan) melalui kegiatan literasi dan Pojok Kependudukan,
  2. NILA (Nilai Informasi keLuarga BerencAna)melalui Generasi Berencana dan peta masa depan,
  3. GURAMI (Gerakan Remaja Memahami Isu Kependudukan) melalui diskusi dan kajian isu kependudukan,
  4. KAKAP (KAmpanye Kependudukan Aktif dan Produktif) melalui kampanye kreatif dan media sosial, dan
  5. TERI (Teman Edukasi Remaja Indonesia) melalui PIK-R dan edukasi teman sebaya.

 Implementasi SSK juga diperkuat melalui kerja sama dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Puskesmas, dan berbagai pihak eksternal. Setiap kegiatan diupayakan memiliki perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, evaluasi, dan tindak lanjut sehingga program dapat terus dikembangkan. SSK juga diarahkan menjadi bagian dari pembelajaran, ekstrakurikuler, kokurikuler, pembiasaan, dan budaya sekolah.

Pada dasarnya implementasi SSK bukan sekadar melaksanakan kegiatan, tetapi bagaimana nilai-nilai kependudukan dapat diterapkan dalam kehidupan murid dan menjadi bekal bagi mereka untuk merencanakan masa depan yang berkualitas.

Narasumber kedua, Ophi Rahmahekha Wardhani, menyampaikan materi tentang Sinergitas Program Sekolah antara Adiwiyata, Kewirausahaan, dan SSK. Program-progran tersebut antara lain:

  1. Dalam kurikulum: RPP satu kali pertemuan yang terintegrasi dengan ketiga branding sekolah sekaligus. Misalnya dalam matapelajaran Geografi pada materi Perencanaan Wilayah dan Tata Ruang Wilayah, matapelajaran PKWU dalam materi ecoprint yang diambil dari bahan alami di lingkungan sekitar, memuat kearifan lokal, dan produknya dapat dipasarkan.
  2. Dalam kegiatan kesiswaan: Kepramukaan (Sosialisasi Kesehatran Reproduksi Remaja), Lingkungan Hidup (pemanfaatan limbah plastik untuk pot tanaman, pengelolaan sampah, pembiasaan membuang sampah sesuai dengan warna tempat sampah), PMR ( Donor darah, posbindu), dan ekstrakurikuler lainnya.
  3. Program sekolah: Kegiatan Literasi yang memuat tentang tiga branding, inovasi kelas kependudukan, pojok kependudukan, Jumat sehat dengan senam bersama, sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dari KUA Kecamatan Prembun untuk kelas XII, XI, dan X secara bergiliran setiap hari Jumat selama bulan September, tata boga berinovasi dalam pembuatan produk makanan seperti es kriang (es krim bengkoang), nastar bengkoang, dodol bengkoang, kebab bengkoang, dan lain-lain.
  4. Program In House Training (IHT) kurikulum: seperti IHT anti-bullying, IHT PMM, IHT Penyusunan Perangkat Pembelajaran yang memuat branding sekolah, IHT LMS, dan lain-lain.
  5. Sosialisasi SSK di beberapa sekolah imbas.
  6. Kerja sama dengan pihak lain: seperti Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen, Puskesmas, Dukcapil, PLKB, dan pihak lain. 

Setelah kedua narasumber menyampaikan materi selanjutnya dilaksanakan diskusi. Diskusi secara berkelompok sesuai bidang masing-masing dalam SSK didampingi anggota PIK-R Logika SMA Negeri 1 Prembun.

Berikut adalah Tim SSK SMA Negeri 1 Prembun dalam diskusi bersama MTs Neger 2 Kebumen.

NO.

BIDANG

NARASUMBER

1.

Kebijakan Sekolah (KSP, IHT, ATP, dan Modul Ajar)

Wahyu Agus Sulistiyowati, S. Pd., M. Pd.

Rani Nur Ritmawati, S. Pd.

2.

Pojok Kependudukan

Susanti, S. Pd.

Septina Kodarsih, S. Pd.

3.

Bakat dan Seni

Nurul Fitriani Dwi Ciptani, S. Pd.

4.

Kegiatan Kesiswaan

Muswakar Ismail, S. Pd. I.

Sakinah, S. Pd.

5.

Kerjasama dengan Pihak Luar

Eko Ujianto, S. Pd.

6.

Konseling Sebaya

Kudlaarin Avinita Kurnia Maharatun, S. Pd.

7.

Bidang Kesehatan Reproduksi

Budi Pramono, S. Pd.

8.

Dokumentasi Kegiatan

Dewanti Mustikarini, S. Pd.

Sesi terakhir dalam studi tiru ini adalah berkeliling untuk mengunjungi beberapa tempat yang berkaitan dengan SSK. Tempat pertama yang dikunjungi adalah kelas SSK di ruang kelas XII-8, melihat mading bertema SSK, dan mengunjungi pojok SSK. Pojok SSK berlokasi di lantai atas perpustakaan. Di pojok SSK terdapat berbagai hal tertkait SSK, seperti papan permainan ular tangga dan monopoli SSK, buku SSK, dan lain-lain.