NEWS UPDATE :  

Berita

Event Vocal Solo (EVOS) SMA Negeri 1 Prembun 2019

Dalam rangka memperingati Hari UlangTahun (HUT) ke-37, SMA Negeri 1 Prembun menggelar Lomba Vocal Solo tigkat  SMA, SMK, dan MA pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2019. Lomba ini diselenggarakan oleh OSIS SMA Negeri 1 Prembun. Panitia mengirimkan undangan ke berbagai sekolah di kawasan Kabupaten Kebumen dan sekitarnya yang masuk wilayah Karesiden Kedu. Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Prembun, Lomba Vokal Solo diikuti 28 peserta dari 10 sekolah. Setiap sekolah diperbolehkan mengirim empat peserta, sedangkan tuan rumah diperbolehkan mengirim enam peserta. Sebanyak 10 sekolah ambil bagian dalam lomba ini, yakni SMA Negeri 1 Kutowinangun (2 peserta), SMA Negeri 1 Kebumen (2 peserta), MAN 2 Kebumen (4 peserta), MAN 3 Kebumen (2 peserta), SMK Tamtama Prembun (3 peserta), SMK Muhammadiyah Kutowinangun (1 peserta), SMA Negeri 1 Wadaslintang (4 peserta), SMK Taruna Abdi Bangsa (2 peserta), SMA Negeri 1 Prembun (6 peserta), SMA Negeri 1 Pejagoan (2 peserta).

Setiap peserta diwajibkan memenuhi syarat admistrasi untuk pendaftaran yaitu menyertakan fotokopi Kartu Pelajar dan rapor sebagai tanda bahwa peserta masih aktif sebagai siswa di sekolah masing-masing. Pada saat pelaksanaan lomba peseta wajib melakukan pendaftaran ulang dengan menunjukkan Kartu Pelajar asli dan menyerahkan aransemen atau midi lagu yang akan dinyanyikan. Peserta juga mengambil nomor undian untuk urutan tampil di depan juri. Peserta diizinkan menggunakan pakaian seragam sekolah ataupun pakaian bebas tetapi sopan.

Dalam lomba ini terdapat tiga orang juri yang memberi penilaian kepada peserta. Ketiga juri tersebut adalah Bapak Joko Triyono dari SMA Negeri 1 Prembun, Bapak Budi Kaswanto dari SMP Negeri 1 Mirit, dan Bapak Alusius Haryatmo dari SMP Pius Gombong. Adapun kriteria dalam penilaian adalah vokal, teknik dalam membawakan lagu, dan cara membawakan ekspresi dan improvisasi lagu. Untuk lomba solo vokal yang populer, improvisasi lagu merupakan poin penilaian tersendiri.

Lomba yang dimulai pada pukul 08.45 WIB ini terdiri atas dua babak. Pada babak pertama, peserta diwajibkan menyanyikan dua lagu, yakni lagu wajib dan lagu pilihan. Lagu wajib yang dapat dipilih peserta untuk dinyanyikan pada babak pertama adalah Indonesia Jaya, Rayuan Pulau Kelapa, Bendera, Kangen, Jika Kau Cinta, Matahariku, dan Anganku Anganmu. Sedangkan untuk lagu pilihan, peserta diperbolehkan bebas memilih lagu yang dinyanyikan.

Dari 28 peseta, juri menentukan enam peserta yang masuk babak final. Peserta yang berhasil lolos dalah perwakilan dari SMA Negeri 1 Kutowinangun (2 peserta), SMA Negeri 1 Prembun (2 peserta), SMA  Negeri 1 Wadaslintang, dan MAN 2 Kebumen. Pada babak final, keenam peserta juga diwajibkan menyanyikan dua lagu, yakni lagu wajib berjudul Doa Anak Negeri atau Mimpi. Sedangkan lagu wajib yang dibawakan pada babak final dipilih secara bebas oleh peserta dengan durasi tampil maksimal lima menit.

Berdasarkan hasil penilaian dari dewan juri, peserta dengan nomor undi 23 bernama Wahyu Nur Rofiko dari SMA Negeri 1 Wadaslintang berhasil mendapat nilai tertinggi dari juri dengan jumlah nilai total 705 dan ditetapkan sebagai juara pertama. Juara kedua diraih oleh peserta dari SMA Negeri 1 Kutowinangun bernama Putri Oktaviani, dan juara ketiga diraih oleh Titi Dwi Jayanti dari SMA Negeri 1 Prembun. Sedangkan peringkat berikutnya didapat oleh, Puji Handayani (SMA Negeri 1 Prembun), Dewi Cahyaningrum (SMA Negeri 1 Kutowinangun), Laeli Maulida Mubarok (MAN 2 Kebumen). Menurut salah satu juri, A. Haryatmo, peserta asal  SMA Negeri 1 Wadaslintang ini memiliki suara yang orisinil dan juga pilihan lagu yang mendukung.

Wahyu Nur Rofiko berhasil menarik perhatian juri dengan menyanyikan lagu Indonesia Jaya dan Grand Piano pada babak penyisihan. Lagu Doa Anak Negeri dan Grand Piano dipilihnya pada babak final. Dirinya mengaku menjalani latihan secara intensif selama satu minggu dengan bantuan pelatihnya, Ibu Era.  Rofi, sapaan akrabnya, mengaku mengalami kesulitan karena lagu yang dinyanyikan berbahasa Inggris, tapi kesulitan dapat diatasi dengan mendengarkan lagu tersebut secara berulang-ulang agar dapat menghafal. Ia berharap dengan keikutsertaannya dalam lomba ini dapat menambah pengalamannya.

Kesuksesan lomba ini juga tidak lepas dari kerja keras panitia dari Pengurus OSIS SMA Negeri 1 Prembun. Nibras Syarif Dananto (XI MIPA 3) dan Erdha Cristshanty (X IPS 2) ditujuk sebagai penanggung jawab lomba. Persiaapan intensif dilakukan selama satu minggu. Sementara itu, kendala yang dihadapi adalah kurangnya kekompakan panitia dalam bekerja. Tetapi kendala ini dapat diatasi dengan cara mengingatkan satu sama lain. Dengan demikian acara dapat terselanggara dengan sukses.



Team Jurnalistik